Diberdayakan oleh Blogger.

Berbeda Agama dan Keyakinan Bukanlah Suatu Masalah

"Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata"

"kali ini saya mau sharing tentang obrolan ringan saya dan temen saya, 16 juni 2010, jam 4:30 subuh"


Waktu itu kita sama-sama ngak bisa tidur, jadi ya mulai deh kita ngobrol-ngobrol berdua, dari pada ngayal yang nggak-nggak. Ngak lama berselang, tiba-tiba aja temen saya ini menanyakan sesuatu hal tentang Salah Satu Agama besar di dunia. Pertanyaan ini menyangkut pada keyakinannya akan hal tersebut, kebetulan juga yang dia tanyakan tentang Agama yang dia anut dan kebetulan juga Agama kita sama.
Selang beberapa lama mengobrol tentang hal tersebut, teman saya ini bertanya mengenai hal-hal baik dari beberapa Agama yang ada di Indonesia. Kebetulan sekali, semenjak hidup di dunia, kurang lebih 20 tahun, saya sudah banyak mempunyai teman dari berbagai keyakinan. Dengan segala pengetahuan dan pengalaman yang saya punya, saya mencoba berbagi mengenai hal-hal baik dari Agama-Agama tersebut dan untungnya teman saya ini setuju, jadi kita berdua ngak berantem dech…hehe.
Sebenarnya, perbincangan seperti itu sudah sering saya lakukan selama ini. Bahkan hal-hal luar biasa pun pernah saya dapati. Contohnya : saya pernah bertemu dengan seorang pemimpin   suatu Agama  (biasanya disebut Pendeta/Ustad/Pasor atau sebutan lain lagi ) yang secara terbuka menerima saya dan mengatakan bahwa semua Agama itu baik dan memiliki Tuhan yang sama. Pernah juga sebuah kejadian yang bertolak belakang, yaitu seorang teman saya dengan sengaja mengejek Agama saya di depan saya sendiri. Yah…untungnya saya idak mau meladeninyadan saya juga tidak punya kebiasaan untuk berdebat mengenai Agama.

Kalau ditanya “Apa alasan Anda untuk tidak membalasnya???”
Berikut beberapa alasan yang saya punya, mungkin tidak masuk akal ataupun agak aneh, tapi inilah yang sering saya fikirkan:

1.       Saya tidak pernah 100% menjalankan segala perintah-perintah/aturan-aturan/hukum yang ada dalam Agama saya. Kalau di buat Statistiknya, saya akan sangat takut, mungkin angka 50% sangat tidak mungkin dicapai.
2.       Saya bukanlah seorang ahli Agama. Jadi, pemahaman saya tentang Agama saya adalah IMAN itu sendiri, seperti apa saya menjalaninya dan mengamalkannya.
3.       Jika saya melayani perdebatan antar Agama, mungkin hal-hal buruk akan terjadi. Untungnya selama ini saya tidak pernah berdebat tentang  Agama dengan orang yang berbeda Keyakinan, dan Saya berharap ini tetapa saya pertahankan.
4.       Dengan melayani perdebatan tersebut, mungkin saya akan semakin berkeinginan untuk mempelajari lebih jauh tentang Agama saya. Ini mungkin baik bagi beberapa orang, tetapi yang
terjadi pada saya adalah tidak begitu baik. Pernah saya tidak percaya dengan beberapa hal dalam Agama saya, dalam arti lain, saya memiliki sebuah pemahaman yang berbeda.
5.       Menurut saya, masalah Agama, Iman dan Keyakin merupakan suatu hal yang sensitive, jadi akan lebih baik jika kita saling menghormati satu sama lain.
6.       Tindakan yang konyol jika Saya membalas ejekan kepada Agama lain secara terang-terangan. Kalau menurut saya ini seumpama “jika teman makan udang, saya juga makan udang” ( saya nggak suka udang )


Sebelum menutup posting ini, ada beberapa poin yang mau saya sampaikan. Yah…sekedar saran dari saya….

1.       Jangan pernah mempermasalah kan perbedaan Agama kita dengan Agama lain, jika pun ingin membicarakan hal tersebut, usahakan bersama teman dari Agama yang sama, jadi Forumnya lebih rahasia dan aman,
2.       Usahakan untuk bersikap dengan sabar ketika menghadapi situasi tersebut,
3.       Berkelahi itu lazim terjadi, apalagi untuk laki-laki, tetapi usahkan jangan berkelahi karna alas an Agama,
4.       Hidup saling menghormati itu lebih baik.

Huhu...saya berbicara bagaikan seorang ahli…hehe…ma’afkan saya jika posingan ini terasa agak sok-sok an, saya hanya berbagi tentang hal tersebut. Terus terang hal-hal tersebut memang telah saya terapkan, namun terkadang hampir saya lupakan.
Saya  berharap semoga kita semua bisa hidup berdampingan dengan saling menghormati satu sama lain.
“Be a Brother For All”

"Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata"

Terdapat 5 komentar:

tomo at: 28 Juli 2010 10.55 mengatakan...

Benar gan ngapain kita debatin agama.
Kepercayaan tdk boleh dipaksakan gan.
Kita manusia.
Sama semuanya gan
tengkyu kunjungannya gan

Vivieck at: 28 Juli 2010 11.02 mengatakan...

semua sama...kalau damai juga rasanya indah bgt...
thxs jg gan atas kunjungannya...

BUNTU at: 31 Juli 2010 17.42 mengatakan...

ini dia nih,,, tulisan inspiratif yang harus banyak diaca org.
Semangat ke Indonesiaan yg heterogen, membuat setiap warga nya agar memiliki landasan multikulturalisme (semangat untuk menjadikan orang lain seperti diri kita sendiri).

Dan saya pun teringat dngan pnilitian akhir semster semasa kuliah dulu, dngn mngangkat judul skripsi yg berkaitan dgn menghargai antar sesama warga indonesia dll///

silahkan cek di http://buntu-grup.blogspot.com/search/label/PARADIGMA%20DAKWAH%20MULTIKULTURAL%20%28SKRIPSI%29

depalpiss at: 31 Juli 2010 18.38 mengatakan...

Sepakat... Prural, apapaun Agamamu kau orang Indonesia, dari negara manapun kau berasal dan yang paling ektrim dari planet mana kau tinggal akau mencintai,u.. nice share sobat..

salam kenal!!

om rame at: 11 Desember 2010 02.52 mengatakan...

kepercayaan adaLah keyakinan daLam hati, merupakan hak tiap individu daLam menganutnya. tidak saLing membedakan daLam Lingkungan sosiaL sehari-hari, yang membedakan hanyaLah tempat dan cara ibadah serta Tuhan sesuai kepercayaan masing-masing.
buruk seseorang yang tidak beragama, tetapi LEbih buruk Lagi orang bertengkar karena agama.

Posting Komentar

Yang Mau Lempar Kacang Silahkan, Gratis kox,
Tapi siap-siap aja malam ini aku gentayangin,
wkwkwkwkwkwk

Ayukng