Diberdayakan oleh Blogger.

MANUSIA DAN HARAPAN



"Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata"
Suatu hari saya secara tidak sengaja melihat sebuah buku di kamar kost saya. Saya tidak tau itu buku siapa, mungkin saja milik teman saya atau mungkin milik perpustakaan yang sudah berabad-abad saya pinjam dan belum saya kembalikan. Tidak ada yang istimewa dengan tampilan buku ini, covernya jelek dan keadaan nya sudah sangat memprihatinkan. Iseng-iseng saya membuka dan membaca buku tersebut. Ternyata asyik juga!

Ketika sedag asyik-asyik nya membaca, tiba-tiba saja saya masuk pada salah satu halaman tentang “Manusia dan Harapa”. Nah, disini ada salah satu paragraph yang berbunyi seperti ini,
“Harapan itu biasanya sesuai dengan pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan. Misalnya, udi hanya mampu membeli sepeda, tidak mungkin mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seseorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa “Si Punguk Merindukan Bulan.”

Memang nya ada yang salah dengan harapan yang seperti itu??? Jawaban saya adalah “NO”!!!. Tidak ada salahnya sama sekali menurut saya, selama kita masih memiliki usaha untuk meraihnya. Harapan yang seperti itu jika kita banding-bandingkan hampir mirip dengan cita-cita. Cita-cita dan Harapan layaknya sebuah dophing yang dapat membuat kita menjadi lebih semangat, lebih bergairah dan bertenaga. Kita bisa menjadi lebih kuat dan tahan banting karna cita-cita dan Harapan Kita.

Kalimat dari buku tersebut ternyata tidak di setujui juga oleh beberapa orang teman. Menurut mereka “kalau nggak ada Harapan yang seperti itu, manusia bakalan nggak berkembang, kayak batu aja, yang ada malah pecah”. Mungin saja hal tersebut akan menjadi bahan tertawaan banyak orang, tapi mungkin saja kita bisa meraihnya jikalau kita berusaha.
Fakta di kehidupan sehari-hari memang mengacu kepada arah tersebut. Saya pernah melihat seorang temanyang ingin menempuh kuliah di salah satu Universitas ternama di Indonesia. Namun, karna kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, ia terpaksa untuk menganggur dan tidak melanjutkan kuliah. Saya pernah menyarankan padanya untuk ikut bersama saya, akan tetapi harapannya masih terlalu kuat untuk kuliah di Universitas tersebut. Beberapa teman sering meragukan tindakan nya tersebut. Mereka berpendapat bahwa dia tidak akan mampu untuk melanjutkan kuliah di Universitas tersebut. Namun setahun kemudian, dia memberi saya kabar bahwa ia telah masuk dan tercatat sebagai mahasiswa di unuversitas tersebut.

Kisah hidup dari teman saya tadi sudah sangat jelas bertentangan dengan kalimat di dalam buku tersebut. Harapan dan Cita-cita adalah salah satu penyemangat hidup. Harapan dan Cita-cita adalah sebuah mimpi. Mimpi itu terkadang begitu tinggi dan jauh. Namun demikian, itu lah yang menghantar kan orang-orang pada kesuksesannya masing-masing. Harapan dapat menjadi nyata jika kita mau berusaha untuk meraihnya.

"Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata"

Terdapat 21 komentar:

Aby Umy at: 31 Juli 2010 15.34 mengatakan...

semoga harapan kita semua bisa terkabul... :-)

Vivieck at: 31 Juli 2010 17.20 mengatakan...

amin....

tomo at: 31 Juli 2010 18.18 mengatakan...

Manusia penuh harapan dan cita2 gan.
Semoga harapan dan cita2 itu dikabulkan

Dwi at: 31 Juli 2010 18.29 mengatakan...

bener banget sob,, harapan itu ibarat kekuatan untuk terus melangkah maju..
dan banyak orang yang sukses berawal dari harapan
salam blogger..

Itik Bali at: 31 Juli 2010 19.04 mengatakan...

Harapan itu akan selalu terkabul bila kita juga punya tekat mewujudkan..

Lusi at: 31 Juli 2010 19.21 mengatakan...

Liburan Lusi MaMper kaaq sdh follow jg

Fery Kurniawan at: 31 Juli 2010 19.29 mengatakan...

sob, aq sdh jdi followermu.. dgn nick name "fery kurniawan".. mksih udh berkunjung :D

Rawins at: 31 Juli 2010 20.47 mengatakan...

harapan hampir sama dengan mimpi. jadi ga penting-penting amat. yang penting adalah setelah kita bangun dari mimpi itu. terus bangkit dan berusaha mewujudkan harapan itu atau kembali menarik selimut untuk melanjutkan mimpi yang terputus...

Pakies SM at: 31 Juli 2010 21.05 mengatakan...

ada yang menggunakan istilah "biarlah hidup mengalir seperti air". pemikiran yang seperti ini membuat seseorang menjadi malas dan tidak mau berusaha menjadi lebih baik. Bahwa harapan dan cita-cita harus ada, bahkan kalau perlu tulis semua harapan dan cita-cita pada selembar kertas dan tempel di dinding tempat tidur. buat program, bagaimana cara aku mendapatkan cita-cita itu, faktor apa yang mendukung, faktor apa yang menghambat. kebiasaan menelaah seperti itu Insya Allah semua cita-cita akan terwujud. Bukan tidak mungkin

Nyach at: 31 Juli 2010 23.05 mengatakan...

harapan = cita-cita, ada yang mengatakan bercita-citalah setinggi langit agar memotivasi ikhtiar

"om rame" at: 1 Agustus 2010 00.05 mengatakan...

terLaLu tingginya harapan menjadikan seseorang yang pemimpi, tetapi dengan berusaha untuk meraih impian merupakan sebuah cita-cita tinggi.
ijin menjadi foLLower di bLog ini, saLam kenaL.

ariefborneo at: 1 Agustus 2010 01.21 mengatakan...

Amin..semoga harapan setinggi apa pun dapat kita capai sob..

Wulan at: 1 Agustus 2010 04.26 mengatakan...

ya, saya sependapat! harapan yang tinggi disertai dengan usaha dan kerja keras pasti akan membuahkan hasil seperti yg diidamkan!
happy Sunday! ^_^

CHUGY - GOGOG at: 1 Agustus 2010 06.33 mengatakan...

KEINGINAN DAN HARAPAN SUMBER PENDERITAAN....!!!
NICE POSTING.
HAPPY BLOGGING.

Aby Umy at: 1 Agustus 2010 07.22 mengatakan...

berkunjung dimalam hari kang

rezKY p-RA-tama at: 1 Agustus 2010 09.00 mengatakan...

harapan,,
kapan bisa terwujud?

bungdaus at: 1 Agustus 2010 09.46 mengatakan...

mimpi adalah kunci menaklukkan dunia, kata Nidji.. Gantungkan harapanmu setinggi langit, bukan setinggi langit2.. Hidup adalah bagaimana kita memandangnya

Neng Rara at: 2 Agustus 2010 02.59 mengatakan...

assalamualaikum..
senang banget bisa datang, meski terlambat.
tulisan yang menarik. Hidup harus punya harapan, target dan itu harus diwujudkan, sebab dengan terwujudnya sebuah harapan maka kita bisa menilai siapa diiri kita dan pencipta kita.
ijin follow juga ya
salam

JALOE at: 2 Agustus 2010 05.57 mengatakan...

selagi kita punya mimpi dan harapan, itu tandanya kita masih hidup...

karena hanya orang mati yg tdk punya mimpi dan harapan..

Boogle

"om rame" at: 2 Agustus 2010 07.49 mengatakan...

impian dan harapan menjadi satu untuk memacu semangat agar bisa mewujudkan apa yang sedang di idamkan.
terima kasih untuk foLLow baLiknya, saLam persahabatan.

andri at: 3 Agustus 2010 10.36 mengatakan...

benar juga sob... buku adalah pelajaran yang memberikan pemberitahuan..., kan jadi tahukan... moga aja harapan dan impian kita jadi nyata... semangat...

Posting Komentar

Yang Mau Lempar Kacang Silahkan, Gratis kox,
Tapi siap-siap aja malam ini aku gentayangin,
wkwkwkwkwkwk

Ayukng