Diberdayakan oleh Blogger.

Adil Ka' Talino Bacuramin Ka' Saruga Basengat Ka' Jubata

”Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata” 
Lantang suara dari seseorang yang berpidato itu dibalas dengan gemuruh, ”Arus… Arus… Arus"

Salam itu selalu mengawali sambutan tokoh masyarakat atau tokoh pemerintah maupun masyarakat dalam acara adat Dayak maupun acara-acara lainnya. Salam itu sekaligus menjadi filosofi masyarakat adat Dayak untuk mewujudkan hidup yang tenteram bersama masyarakat lainnya.  "TALINO" dalam bahasa Dayak Kanayatn atau biasa disebut dengan bahasa "AHE" atau "ORANG AHE/URAKNG AHE" artinya "MANUSIA". "BACURAMIN" memiliki arti "BERCERMIN", "SARUGA" adalah "SURGA", "BASENGAT" artinya "BERNAFAS" dan "JUBATA" artinya "TUHAN YANG MAHA KUASA". Secara harfiah "Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata" dalam bahasa indonesia berarti "sebagai manusia kita wajib bersikap adil dan toleran terhadap sesama, dalam menjalani kehidupan kita harus bercermin dari surga dan setiap nafas kehidupan yang kita miliki berasal dari TUHAN YANG MAHA KUASA". Jawaban dari salam tersebut adalah Arus...Arus...Arus yang berarti mengiyakan ucapan tersebut (AMIN ).

Sebagai seorang manusia yang telah mendengar salam tersebut sejak umur saya masih kecil, pantaslah jika saya menggunakan salam tersebut. Penggunaan salam ini bukan berati untuk menggatikan salam yang sudah ada, namun lebih kepada pengenalan dan pelestarian budaya yang dimiliki oleh Suku Dayak Kanayatn serta salah satu sarana unuk menunjukan dan mengingatkan kepada generasi-generasi selanjutnya akan makna yang terkandung di dalamnya.

Pada kesempatan ini juga saya mau menyampaikan sebuah keinginan saya, keinginan yang sangat kuat untuk menggunakan salam ini dalam setiap postingan yang saya buat. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena saya adalah generasi yang pemilik salam tersebut dan memiliki tugas untuk melestarikan nya. Adalah mungkin bahwa teman-teman semua memiliki ciri masing-masing, karna kita adalah warga indonesia yang memiliki kebudayaan yang beragam dan indah. Jadikanlah kebudayaan tersebut untuk membentuk "Pelangi yang indah". Pelangi yang akan menghiasi setiap tapak perjalanan bangsa ini dan layaklah kita disebut sebagai "Negara yang kaya akan Budaya"


Terimakasih !!!

"Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata"

Terdapat 15 komentar:

Elvindinata at: 25 Agustus 2010 08.51 mengatakan...

sip...sob,,^^,, mencoba hal yg baru tidak ada salahnya,, ditunggu ya postingan berikutnya dengan slam bhsa bataknya,,,hehe. Semangaaaat :)

Vivieck at: 25 Agustus 2010 09.52 mengatakan...

thxs sob...mari kita mulai, sedikit saja sudah sangat berarti,

rizal at: 25 Agustus 2010 10.24 mengatakan...

sip, setidaknya kita mulai dari diri sendiri

ivan kavalera at: 25 Agustus 2010 11.39 mengatakan...

Wah, aku jadi tahu nih beberapa istilah dalam bahasa Batak. Postingan keren, bang.

mixedfresh at: 25 Agustus 2010 13.13 mengatakan...

kalo ga kita sebaai generasi bangsa ya sapa lagi yang akan melestarikan budaya bangsa,

Lusi at: 25 Agustus 2010 13.32 mengatakan...

Arus tuch pa artix sich kaaq

Ferdinand at: 25 Agustus 2010 22.09 mengatakan...

Wah mesti terus dilestarikna tuh Sob..... btw, itu salam umum orang dayak Sob???

aku ikutan deh ... arus..arus...arus...(amin)...

Muhammad A Vip at: 25 Agustus 2010 23.21 mengatakan...

arus...arus...
wah, saya belum pernah menyaksikan langsung peristiwanya. lain kali ada vidionya bro.

Manajemen Emosi at: 25 Agustus 2010 23.36 mengatakan...

he he he bisa tau bahasa lain ni..semangat sellu

Dwi at: 26 Agustus 2010 05.02 mengatakan...

bener sob,, kita sebagai generasi peneruslah yang harus melestarikannya

inforagam at: 26 Agustus 2010 07.52 mengatakan...

wah bagus gan,salam kenal ini backlink saya atas kunjungan agan ke blog saya ,salam persahabatan

Chusnul Khairuddin at: 28 Agustus 2010 13.02 mengatakan...

yang bener batak atau dayak sih? *bingung*
yah, pokoknya "arus.. arus.. arus" :)

Boy DeLanov at: 5 Mei 2011 11.27 mengatakan...

Arus...arus...
Jadi ke ingat postingan yang ini bro, gara-gara ikut seminar UUD 45 nya kakak Karolin.... hihihi
kobarkan semangat DayakIsMe

Wahyu Slamet at: 11 Agustus 2016 09.19 mengatakan...

Arus. Arus. Arus. Harus lew amun beken itah eweh hindai? Mantap artikelnya semoga dayak dan peradabannya tetap lestari. Dan semoga budaya dayak dapat mendunia sehingga semua bisa kenal dan tau dayak.

Eta Lie Samsung at: 22 November 2017 01.10 mengatakan...

👍itu semboyan salam ciri khas orang dayak ahe, mari lestarikan budaya kita. Semangat!!

Posting Komentar

Yang Mau Lempar Kacang Silahkan, Gratis kox,
Tapi siap-siap aja malam ini aku gentayangin,
wkwkwkwkwkwk

Ayukng